PUASA RAMADHAN

Imam Syafi’i berkata : Tidak sah puasa Ramadhan kecuali dengan niat. Misalnya ada seorang tawanan yang tidak mengetahui pergantian bulan kemudian ia berniat puasa sunah, padahal waktu itu sudah masuk bulan Ramadhan, maka puasa tersebut tidak bisa dianggap sebagai puasa ramadhan dan ia harus mengqadha puasa tersebut dibulan lain. Barang siapa berpendapat bahwa puasa bisa dianggap sebagai puasa Ramadhan walaupun tanpa niat, maka ia tidak usah mengqadha puasa tersebut, tapi menurutku pendapat ini tetap keliru. Wallahu a’lam.

Apabila ada seseorang yang berada di pagi hari mengira bahwa hari itu masih bulan sya’ban, lalu ia tidak makan dan tidak minum, bahkan berniat untuk puasa, kemudian sebelum tengah hari ia mengetahui bahwa ternyata hari itu sudah masuk bulan Ramadhan, lalu ia berniat untuk berpuasa Ramadhan, maka dalam hal ini adalah sah hukumnya. Pendapat ini serupa dengan pendapat pertama.

Ada yang berpendapat bahwa apabila ia mengetahuinya setelah lewat tengah hari, kemudian menahan diri dari makan dan minum serta berniat untuk puasa Ramadhan, maka hal ini tidak sah dan ia wajib mengqadha puasanya di hari lain. Pendapat ini bertentangan dengan pendapat yang pertama.

Tentang belalangtue

manusia biasa yang ingin terus belajar.............
Pos ini dipublikasikan di Islam, puasa dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s